Satu rumah, satu aplikasi, tanpa drama iuran.

SatuAtap adalah aplikasi hybrid untuk penghuni kos, kontrakan, dan co-living. Tagihan patungan, jadwal piket, stok galon, dan voting rumah ada di satu layar.

Lihat fiturLihat harga

Halo, Andi

Ringkasan rumah
Total tagihan bulan iniRp 1.250.000
Token Listrik
Rp 50.000 · Budi
Belum Bayar
Internet
Rp 50.000 · Siti
Menunggu Konfirmasi
Kebersihan
Rp 25.000 · Doni
Lunas

Masalah yang diselesaikan

Tinggal bersama itu hemat, tetapi pengelolaan internalnya sering memicu konflik. Pra-riset kami (wawancara 8 penghuni) menemukan empat akar masalah.

Keuangan tidak transparan

Split bill dicatat manual dan memicu curiga soal uang kas.

Piket tidak adil

Jadwal sering diabaikan karena tidak ada pengingat dan pelacakan.

Logistik sering habis

Galon, gas, dan sabun habis tanpa ada yang merasa bertanggung jawab.

Komunikasi sepihak

Keputusan dan izin tamu tidak dikoordinasikan, privasi terganggu.

Pernyataan masalah: bagaimana menyediakan informasi transparan yang memicu aksi cepat tanpa gesekan sosial?

Analisis requirement

Kebutuhan fungsional

  • Login, daftar akun, dan peran (penghuni, Ketua Rumah, pemilik properti).
  • CRUD tagihan patungan dengan status Belum Bayar, Menunggu Konfirmasi, Lunas.
  • Unggah bukti transfer dan konfirmasi oleh penerima dana.
  • Checklist piket, inventaris dengan indikator stok, dan pengingat.
  • Voting, izin tamu, kalender agenda, dan aturan rumah (edit hanya Ketua).
  • Notifikasi push untuk tagihan, piket, dan stok menipis.

Kebutuhan non-fungsional

  • Sinkronisasi real-time antar-penghuni (butuh internet).
  • Waktu muat di bawah 2 detik pada perangkat seluler.
  • Mobile-first, berjalan di Android dan iOS dari satu basis kode.
  • Keamanan: autentikasi, hak akses per peran, bukti transfer tersimpan privat.
  • Skor kegunaan SUS minimal 80 (prototipe saat ini: 82, Grade A).

Persona utama: Andi, 21 tahun, mahasiswa merantau di kontrakan berlima. Ia sering lupa piket dan canggung menagih iuran WiFi di grup WhatsApp.

Fitur aplikasi

Dashboard

Tagihan, piket hari ini, agenda terdekat, dan peringatan stok dalam satu layar.

Finance

Tambah tagihan, bagi rata atau kustom, unggah bukti transfer, dan riwayat kas bersama.

Tasks

Jadwal piket mingguan, daftar tugas dengan prioritas, dan inventaris berwarna (aman, menipis, habis).

Community

Voting dengan bilah progres, izin tamu, dan kalender agenda bersama.

Regulasi rumah

Aturan bersama yang selalu bisa dibaca. Hanya Ketua Rumah yang dapat mengubahnya.

Notifikasi pintar

Pengingat piket, tagihan jatuh tempo, dan stok galon atau gas yang hampir habis.

Arsitektur aplikasi

Pendekatan hybrid: satu basis kode untuk Android dan iOS (Flutter atau Ionic Capacitor yang membungkus UI Bootstrap 5 dari prototipe), dengan backend serverless agar cepat dibangun dan murah dijalankan.

Klien (Hybrid) UI: Dashboard, Finance UI: Tasks, Community State & cache lokal Kamera / galeri, push Backend (Firebase / Supabase) Autentikasi + peran Database real-time Storage bukti transfer Cloud Functions (hitung split) Layanan eksternal FCM / APNs (push) Payment gateway (QRIS) Analytics & crash report Mitra galon / gas HTTPS API

Presentasi

Bottom navigation (Dashboard, Finance, Tasks, Community, Profile), komponen responsif, FAB untuk aksi utama.

Logika & data

Aturan akses per peran, perhitungan split bill, dan transisi status pembayaran dijalankan di server.

Keamanan

Penghuni hanya membaca data rumahnya. Bukti transfer hanya terlihat oleh pembayar dan penerima.

Analisis SWOT

Strengths

  • Menggabungkan keuangan, logistik, dan sosial dalam satu aplikasi.
  • Prototipe teruji, skor SUS 82.
  • Satu basis kode hybrid, biaya pengembangan rendah.
  • Fokus lokal: bahasa, QRIS, kebiasaan kos Indonesia.

Weaknesses

  • Bergantung pada koneksi internet.
  • Nilai aplikasi baru terasa jika seluruh penghuni memakainya.
  • Tim kecil dan belum punya merek yang dikenal.
  • Verifikasi pembayaran masih manual (unggah bukti).

Opportunities

  • Jumlah mahasiswa perantau dan pekerja muda terus tumbuh.
  • Pemilik kos butuh nilai tambah dan sistem yang rapi.
  • Kemitraan dengan penyedia galon, gas, dan WiFi.
  • Integrasi pembayaran digital (QRIS, e-wallet).

Threats

  • Splitwise, grup WhatsApp, dan aplikasi manajemen kos yang sudah ada.
  • Kebiasaan lama membuat penghuni enggan pindah.
  • Risiko privasi dan keamanan data keuangan.
  • Biaya akuisisi pengguna yang cenderung naik.

Business Model Canvas

Key Partners

Pemilik kos dan co-living, payment gateway, penyedia galon dan gas, komunitas kampus, penyedia cloud.

Key Activities

Pengembangan app, dukungan pelanggan, onboarding properti, kemitraan.

Value Propositions

Tagihan transparan, piket adil, stok terpantau, keputusan demokratis. Tanpa unduhan berat, mudah dipakai, tanpa gesekan sosial.

Customer Relationships

Self-service, notifikasi, bantuan via chat, akun khusus pemilik properti.

Customer Segments

Mahasiswa perantau, pekerja muda, Ketua Rumah, pemilik kos dan co-living (UMKM).

Key Resources

Tim developer, basis kode, data perilaku penghuni, merek.

Channels

Play Store, App Store, tautan undangan rumah, media sosial, kampus.

Cost Structure

Gaji tim, cloud dan database, notifikasi, biaya gateway, pemasaran, akun developer toko aplikasi.

Revenue Streams

Langganan Rumah Plus, langganan Kos Pro untuk pemilik, komisi mitra logistik, biaya layanan pembayaran.

Cara mendapatkan audiens

Mulai dari satu rumah

Ketua Rumah mengundang teman lewat tautan. Setiap rumah yang aktif membawa 4–6 pengguna baru sekaligus.

Kampus dan komunitas

Duta kampus, kerja sama dengan organisasi mahasiswa, dan promo awal tahun ajaran saat mahasiswa baru mencari kos.

Pemilik kos

Demo langsung ke pemilik kos dan komunitas pengelola properti. Satu pemilik membawa puluhan penghuni.

Konten media sosial

Video pendek tentang drama kos (piket, galon, patungan) di TikTok dan Instagram, yang mengarah ke SatuAtap.

SEO dan ASO

Artikel "cara bagi tagihan kos adil" dan kata kunci toko aplikasi seperti patungan kos dan jadwal piket.

Referral

Rumah yang mengundang rumah lain mendapat bulan gratis Rumah Plus.

Cara monetisasi

Freemium

Fitur inti gratis agar rumah mau mencoba. Fitur lanjutan masuk paket berbayar.

Langganan B2B untuk pemilik kos

Pemilik membayar per properti untuk dasbor banyak rumah, laporan kas, dan pengumuman massal. Ini sumber pendapatan utama.

Komisi mitra logistik

Tombol "Pesan galon" atau "Pesan gas" saat stok menipis, dengan komisi dari mitra.

Biaya layanan pembayaran

Bayar patungan langsung lewat QRIS dalam aplikasi dengan biaya layanan kecil. Konfirmasi otomatis menggantikan unggah bukti.

Pricing

Harga di bawah merupakan usulan awal untuk validasi pasar dan bisa disesuaikan setelah uji coba.

Rumah Gratis

Rp 0
  • Hingga 6 penghuni
  • Split bill dan status pembayaran
  • Piket dan inventaris dasar
  • Voting dan aturan rumah
Paling diminati

Rumah Plus

Rp 19.000 / rumah / bulan
  • Penghuni tanpa batas
  • Pembayaran QRIS dan konfirmasi otomatis
  • Riwayat kas dan ekspor PDF
  • Pengingat stok dan piket tanpa iklan

Kos Pro

Rp 149.000 / properti / bulan
  • Hingga 30 kamar
  • Dasbor banyak rumah untuk pemilik
  • Pengumuman massal dan laporan
  • Dukungan prioritas

Perusahaan dengan lebih dari 30 kamar mendapat harga khusus. Paket tahunan diskon 20%, dan mahasiswa mendapat percobaan Rumah Plus gratis 1 bulan.